Analisis
Bisnis Kebab
Kebab merupakan panganan lezat khas
Timur Tengah. Makanan ini terdiri dari daging sapi yang dibakar kemudian diiris
tipis, dicampur dengan selada, lalu ditambahkan sau sambal, saus tomat, dan mayonnaise,
kemudian digulung dengan tortilla, sejenis roti pipih. Rasanya yang super enak
dan bahan-bahan yang digunakan pun sangat mudah didapat, maka membuka usaha
kebab tidaklah sulit. Seperti yang telah dilakukan oleh Bapak Hendy, pemilik
dari bisnis kebab tersohor di tanah air, Kebab Turki Baba Rafi. Mengapa Kebab
Turki? Padahal hampir di seluruh pelosok Timur Tengah kita bisa menemukan
kebab. Menurut Hendy, setelah mencoba beberapa jenis kebab dari berbagai Negara,
ternyata kebab yang berasal dari Turki adalah keban yang terenak. Lalu mengapa
Baba Rafi? Nama itu muncul karena terinspirasi dari nama putra pertama Hendy,
Yakni Rafi. Jadi makna dari Kebab Turki Baba Rafi adalah Kebab Turki milik
ayahnya Rafi. Pemilihan nama yang cukup simple,
tapi tentunya punya nilai jual yang tinggi. Untuk menjual dagangannya, Hendy
memilih gerobak sebagai outletnya. Tentu saja gerobak yang sudah dimodifikasi
sedemikian rupa sehingga menarik minat pembeli yang pada saat itu belum begitu
akrab dengan kebab. Kenapa memilih gerobak? Karena gerobak lebih fleksible untuk penjualan. Selain dapat
dipindahkan dengan mudah, biaya pembuatan gerobak juga lebih murah jika
dibandingkan dengan biaya sewa toko. Untuk urusan warna, Hendy memilih
warna-warna nyentrik, yaitu kuning
yang dipadukan dengan beberapa list
merah menyala. Untuk stategi penjualan hal ini terbukti cukup canggih untuk
menggelitik rasa keingintahuan masyarakat. Dengan mengubah sedikit bumbu-bumbu
dari kebab Turki yang asli, dalam waktu sekitar 3 (tiga) tahun Hendy
berhasil mengembangkan usahanya dengan
sangat pesat. Kini ia memiliki lebih dari 100 gerobak kebab yang tersebar di
hampir seluruh wilayah Indonesia. Omzet-nya pun tidak main-main, menurut salah
satu sumber bacaan, penghasilan Hendy dalam sebulan mencapai Rp 1 Milyar.
Fantastis! Kebab Turki Baba Rafi berkembang dari mulut ke mulut, tanpa memasang
iklan di televisi, Baba Rafi mampu meraup sukses seperti saat ini. Strategi ‘gerobak
ngejreng’ terbukti bisa menarik pelanggan. Harga yang ditawarka juga relatif murah,
terhitung belasan ribu rupiah saja. Oke, saat ini cukup untuk pembahasan
mengenai wirausaha kebab di Indonesia. Bagi yang berminat bisa dicoba tips dan
trik yang dilakukan oleh Bapak Hendy sang milyarder muda.